:: iki dipijet ojo dijarno ae !
Wong Jowo

28 October 2005

Re: [arek-suroboyo] Gotong Royong di Era Globalisasi

Kenaikan BBM yang baru saja dilakukan pemerintah ternyata sementara ini
sudah menunjukan angka konsumsi yang aneh.
Asumsi pertama adalah dengan kenaikan tersebut masyarakat mengurangi
pembelian BBM perbulan dengan cara menghemat pemakaian BBM, tapi berapa yang
dapat kita perkirakan pengurangan tersebut?  terutama untuk premium & solar?
Asumsi kedua ada yang menimbun BBM sehingga pembelian setelah harga BBM naik
menjadi berkurang, tapi ini tidak akan berlangsung lebih dari seminggu
karena tentu hasil penimbunan tersebut sudah habis, dan inipun hanya
sebagian kecil saja yg berhasil menimbun BBM karena selain dilarang dengan
ancaman hukuman, juga memerlukan fasilitas penimbunan.
Tapi apa yang terjadi? berapa angka penurunannya.
Ternyata untuk Premium & Solar saja terjadi penurunannya tidak kurang dari
30%, sehingga membuat pemerintah harus mereschedule pengurangan pembelian
BBM untuk 2 bulan kedepan untuk menjaga level persediaan BBM selama 20 hari.
Kita bisa melihat lebih jelasnya pada bulan2 berikutnya berapa angka
penurunan tersebut, yang mungkin tidak akan kurang dari 25%.
Pertanyaannya apakah berarti memang ada konsumen BBM yang menghentikan
kegiatannya?
Alasan yang paling mungkin terjadi adalah dengan kenaikan harga BBM tsb maka
berarti sudah tidak menguntungkan lagi menyelundupkan BBM keluar negri.
Kalau ternyata ini benar.... terbayang berapa besar pemborosan subsidi
pemerintah yang selama puluhan tahun ini terjadi?
Paling tidak dengan pemerintah menaikan harga BBM keharga yg mendekati harga
pasaran international maka pemerintah telah berhasil menghapuskan
penyelundupan BBM keluar negeri dengan sangat efektif dengan tanpa perlu
mengawasi tanker2 yang lalu lalang diperairan Indonesia dan telah membuat
para penyelundup BBM itu menghentikan kegiatannya.
Dan itu berarti telah berhasil menghindari penghambur2an Rupiah milik rakyat
oleh penyelundup2 yang biadab.

DS
(Rakyat biasa)


----- Original Message -----
From: "Rachmad M" <rachmadm@yahoo.com>
To: <arek-suroboyo@yahoogroups.com>
Sent: Thursday, October 27, 2005 3:19 PM
Subject: [arek-suroboyo] Gotong Royong di Era Globalisasi


> Kenaikan harga BBM memang bikin pusing. Yang lebih bikin pusing lagi
> alasan yang melatar belakangi dari kenaikan itu adalah meningkatnya
> harga minyak mentah di pasaran Internasional.  Alasan ini meman
> kurang tepat. Masalahnya yang dikumpulkan adalah uang rupiah bukan
> dollar, padahal yang dibutuhkan untuk import minyak adalah dollar.
>
> Dengan perhitungan harga minyak yang baru, sebenarnya pemerintah
> menarik uang dari tangan masyarakat sebesar 300 sampai 400 milyar
> rupiah sehari atau sekitar 120 Trilyun Rupiah setahun. Uang ini
> memang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
> jika dikelola dengan baik, sayangnya pada saat ini penyerapan APBN
> pun belum mencapai 50 % pada tahun berjalan. Maka yang dirasakan
> rakyat kebanyakan adalah sulitnya beban kehidupan yang terus
> melambung.
>
> Seharusnya semangat menaikkan harga BBM bukanlah karena harga
> pasaran BBM di luar negeri, namun lebih mengajak masyarakat
> Indonesia untuk menghargai dan dihargai dengan ukuran global. Memang
> negeri yang sangat kaya ini bisa dibangun dengan gotong royong
> seperti yang terjadi pada masyarakat kita umumnya di daerah-daerah.
> Hanya saja jika cara ini yang ditempuh maka ada transaksi barang dan
> jasa yang tak diukur dengan uang. Akibatnya para pelaku menjadi
> terdiskriminasi saat harus masuk kota besar yang hampir segala
> sesuatunya diukur dengan uang.
>
> Disinilah perlunya pemerintah dengan jeli menaikkan harga BBM untuk
> tujuan yang lebih mulia, bukan menaikkan BBM yang justru mematikan
> banyak industri yang sejatinya malah penghasil devisa. Kapal-kapal
> nelayan, pabrik-pabrik tekstil dan banyak lagi yang justru tak lagi
> mampu menghasilkan devisa kelak akan menjadi bumerang bagi
> perekonomian nasional.
>
>
> RM



---------------------------------------
Nek gak ngormati  homepage resmi ASU sing isine MAT PITHI <http://matpithi.freewebsitehosting.com>: Sumpah, isok ciloko, dan merupakan sebuah duso berat, kuwalat, isok koyok jambu mente.

Sebab tilis eh.. milis iki gerombolane para asune Mat Pithi... sumpah... sebagian besar nggota DPP PARTOGI: Partai Orang Gila




YAHOO! GROUPS LINKS






ditulisdening.... x |


« Home | [arek-suroboyo]¢Ïntologi puisi untuk MUNIR dead li... » //-->





Add a comment:

Name
Website   Html allowed : <a>, <b>, <i>

 


Go to bataks

 © Wong Jowo 2005 - ditulung karo Blogger Templates kanggo Blogger

kapal keruk taline kenceng...ndelo' 'x' manu'e ngaceng...Jarik lurik suwek pinggire....nDelok 'x' ngadeg anune....Sing temping ra' penti'e to mas ?....Sa'bejo-bejane wong lali...isih bejo wong sing nulis blog lan ng-update terus